Published 6 Maret 2018 by Febrianti Ambar N

Kecewa sekali dengan solusi memblokir Tumblr. Saya gak tahu harus menulis senyaman ini dimana lagi, kalau bukan di sini.

Aing buka pake VPN 😂

Semoga blokirannya segera dibuka. Ngga rela harus melepas Tumblrku hiikkss…

Yang Selalu Memperjuangkanmu

Published 4 Maret 2018 by Febrianti Ambar N

febriantiambar:

Kau tahu siapa yang tidak pernah berhenti ataupun lelah untuk memperjuangkanmu? Yang rela bertaruh nyawa sekalipun demi membahagiakanmu sampai detik ini. Yang tidak pernah luput menyebut namamu dalam doanya. Yang selalu mengkhawatirkanmu, bertanya-tanya tentang keadaanmu, sesederhana pertanyaan “Apa kau sudah makan?”. 

Bila kau sudah mengetahui dan mengingatnya kembali, coba tanyakan pada diri. Sudahkah mereka kau tempatkan dengan benar di dalam hati? Sudah cukup berbaktikah kau pada mereka? Atau jangan-jangan sampa saat ini, kau masih sering menolak permintaan tolong mereka. Kau masih saja mengeraskan suaramu ketika ada sesuatu yang bertentangan dengan mereka. Kau masih tidak paham, betapa beratnya selama ini mereka memperjuangkanmu. Tapi tak pernah sedikitpun keluh mereka tunjukkan di hadapanmu.

Bagaimana bila hari ini mereka harus pulang? Bagaimana bila perjuangan yang mereka berikan selama hidupmu telah kau sia-siakan? Bagaimana bila seluruh kebahagiaan yang kau dapatkan tak bisa kau ganti meski hanya dengan sebuah senyuman di wajah keriput mereka. Bagaimana jika kesempatan untuk sedikit saja mengganti lelah mereka telah sampai pada batas waktunya. Dan kau hanya bisa menangis menyesali seluruh ketidaksadaranmu selama ini. 

Pernahkah kau bertanya pada dirimu, apa yang sudah kau lakukan untuk mereka? Semisal menjaga dirimu agar terhindar apa-apa yang Allah tak suka, supaya meringankan hisab mereka nantinya, membantu memudahkan mereka dalam mempertanggungjawabkan atas titipanNya yang diberikan kepada mereka. Jangankan menjaga dirimu dengan baik, sekadar menanyakan kabar mereka saja kadang kau enggan, terhalang sibuknya kegiatan, tenggelam dalam riuhnya kehidupan. Padahal di sana mereka menunggu, walau hanya sebatas kabarmu yang sibuk itu, sekalipun hanya kau ucapkan sebuah kata rindu. Mereka yang tak kau sadari telah masuk dalam daftar pengabaianmu.

Maka sadarlah, mereka yang selama ini terus memperjuangkanmu. Mereka yang pantas mendapat baktimu, doa-doa baikmu, segala bentuk perhatianmu. Jadikanlah mereka yang utama setelah Rabb dan Rasulmu. Cintai mereka sepenuh tenaga yang kau punya, tanpa perlu menunggu datangnya sesal karena tak sempat mengucap cinta. Peluklah tubuh yang mulai renta itu. Mereka yang selalu memperjuangkanmu. Mereka yang menjadi rumahmu. Mereka yang harusnya menjadi nomor satu dalam perjuanganmu.

Sampaikan salam pada yang selalu memperjuangkanmu.

Malang, 7 Agustus 2017.

Published 4 Maret 2018 by Febrianti Ambar N

febriantiambar:

Jika adanya kamu dalam hidupku adalah ujian, maka bantulah aku agar mudah mengerjakan soal ujian ini.

Jika adanya kamu dalam hidupku adalah ujian, maka bantulah aku agar mudah memetik seluruh hikmah tanpa tersisa.

Jika adanya kamu dalam hidupku adalah ujian, maka bantulah aku agar mudah untuk merelakanmu yang nantinya pulang ke rumah yang lain; rumahmu yang sebenarnya.

Jika adanya kamu dalam hidupku adalah ujian, maka bantulah aku agar lekas ikhlas menerima kenyataan bahwa Dia memang telah merencanakan ini.

Jika adanya kamu dalam hidupku adalah ujian, maka bantulah aku agar lekas terbangun dari mimpi panjang yang kubuat sendiri.

Jika adanya kamu dalam hidupku adalah ujian, maka bantulah aku agar taklagi menghidupkanmu dalam imaji; lantas melupakanmu tanpa perlu membenci.

Jika adanya kamu dalam hidupku adalah ujian, maka bantulah aku agar tetap mampu tersenyum ketika semesta kembali mempertemukan.

Jika adanya kamu dalam hidupku adalah ujian, maka bantulah aku agar tak perlu lagi mengulang soal ujian semacam ini.

Lampung, 30 Januari 2017.

Saya habis di tolak ka sama perempuan yg saya suka nih, dengan alasan saya terlalu baik untuk dia katanya. Yg saya pertanyakan. Apakah saya tetap menunggu nya sampai ia mencitai saya atau berhenti mengrapkan cintanya, atau melupakannya, namun sulit untuk melupakannya ka

Published 1 Maret 2018 by Febrianti Ambar N

Yang harus kamu lakukan adalah menerima keadaan. Jangan dipaksa melupakan, sebab itu percuma. Dan kamu harus paham bahwa puncak dari mencintai bukan memiliki, melainkan bahagia ketika melihatnya bahagia, meskipun bukan kamu yang membahagiakannya. Juga… jemputlah cinta dengan cara yang baik, yang tidak membuat Tuhan marah.

Terima kenyataan dan jangan terpuruk ya… Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Jangan lelah berbakti sama orang tua 😀

Yang Tertahan

Published 1 Maret 2018 by Febrianti Ambar N

Aku selalu ingin bertanya “Apa kabar?” lebih dulu, namun aku memilih menahannya. Aku ingin sekali menyapa lebih dulu, tapi lagi-lagi aku memilih menahannya. Aku ingin tersenyum lebih dulu, lalu kau yang membalasnya. Ada banyak hal yang selalu kutahan. Tentang rambutmu yang sepertinya sudah harus kau cukur lagi. Tentang pertanyaan-pertanyaan kecil akan kesibukanmu saat ini. Sebegitu kuatnya aku menahan semua itu di hadapanmu. 

Sebab aku tahu ada yang tak bisa aku lakukan, meski bagi perempuan lain itu wajar. Sebab ada yang harus kujaga, ada yang tak bisa kubiarkan begitu saja tumbuh dengan liar. Sebab masa laluku mengajarkanku demikian. Sebab menaruh berlebih perhatian padamu, melakukan hal-hal yang tidak terlalu penting pun tidak ingin aku lakukan.

Nanti, kalau ternyata bukan aku, aku percaya ia adalah perempuan yang begitu baiknya memperhatikanmu. Jaga ia, seperti kau menjaga ibumu.

Malang, 1 Maret 2018.

Published 25 Februari 2018 by Febrianti Ambar N

Semua orang memiliki lukanya masing-masing. Kesedihan dan keterpurukan di masa lalu yang mungkin masih menyisakan tangis hingga detik ini bila mengingatnya.

Namun, kita harus berdamai dengan itu semua. Memaafkan diri sendiri, menerima segala luka berikut pembelajarannya. Segala kesedihan di masa lalu, entah itu kehilangan, jatuh terpuruk, kekecewaan, pengkhianatan, ikhlaskanlah. Mari berjalan dengan senyuman bahwa kita pernah begitu kuat karena mampu melewati itu semua. Bahwa kita masih sangat percaya padaNya, semua rencanaNya, adalah yang terbaik untuk kita.